Uncategorized

Sutera Soppeng: Sentuhan Alami, Wastra Abadi di Panggung Dekranas

9
×

Sutera Soppeng: Sentuhan Alami, Wastra Abadi di Panggung Dekranas

Sebarkan artikel ini

Keterangan Gambar: Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, di tengah-tengah peragaan busana yang memukau di ajang Syukuran HUT ke-46 Dekranas. Riska Nasrika, anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng, mempesona dalam wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi, rancangan Hj. Nurlela.

Sutera Soppeng: Jejak Alam, Warisan Budaya yang Abadi

MAKASSAR – Di tengah gemerlap perayaan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, sebuah keajaiban alam dan budaya terungkap. Di Stan Pameran Kabupaten Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, memperkenalkan wastra khas Soppeng yang memancarkan keindahan alam dan kearifan lokal.
Dengan sentuhan lembut, Hj. Suwarni memamerkan dan menjelaskan keunikan wastra tersebut.

Setiap helai kain bukan sekadar tenunan, melainkan cerminan dari kekayaan alam Soppeng. Pewarna alam yang digunakan, seperti indigo dan kunyit, memberikan warna yang hangat dan alami. Motif-motif yang rumit, seperti motif Kalong yang melambangkan keberuntungan dan motif Lagosi yang menggambarkan keindahan alam, menyimpan makna mendalam dan filosofi hidup masyarakat Soppeng.

Di balik setiap keindahan wastra ini, tersimpan cerita tentang tangan-tangan terampil perajin Soppeng yang dengan sabar dan teliti menenun setiap benang menjadi mahakarya.

Kerajinan (craft) Otti Dituta, fashion etnik Dituta, fashion Mijel, dan Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena adalah wujud nyata dari kreativitas dan dedikasi para perajin binaan Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Soppeng dalam ajang ini bukan hanya sekadar pameran, melainkan juga merupakan bentuk komitmen untuk melestarikan dan mempromosikan wastra khas Soppeng. Melalui pameran dan fashion show, diharapkan wastra Soppeng dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sutera Soppeng bukan hanya sekadar kain, melainkan warisan budaya yang tak ternilai harganya. Di balik setiap warna dan motif, tersimpan jejak alam dan kearifan lokal yang abadi. Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini agar terus bersinar di masa depan. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page