Uncategorized

Cahaya Al-Qur’an dari Soppeng: Lahirnya Generasi Penjaga Kalam Ilahi nan Unggul

10
×

Cahaya Al-Qur’an dari Soppeng: Lahirnya Generasi Penjaga Kalam Ilahi nan Unggul

Sebarkan artikel ini

Keterangan Gambar (Caption):

Wujud Apresiasi Generasi Qur’ani: Wakil Bupati Soppeng menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada salah seorang santri wisudawan 30 juz dalam acara Wisuda Hafizh II dan Penamatan Kelas IX PPTQ Al-Imam Hafsh Soppeng di Aula Kantor Camat Lalabata, Selasa (7/7/2026). Momen penuh khidmat ini turut disaksikan oleh pimpinan pesantren, tokoh agama Anregurutta KH. Nurdin Maratang, serta para orang tua wali santri. (Foto: Dokumentasi PPTQ Al-Imam Hafsh / FAS)

SOPPENG – Aula Kantor Camat Lalabata mendadak khusyuk pada Selasa pagi (7/7/2026). Lantunan ayat-ayat suci yang mengalun syahdu dari bibir para santri seolah menggetarkan dinding ruangan, membawa keteduhan yang merasuk langsung ke dalam kalbu setiap jiwa yang hadir. Hari itu, perhelatan Wisuda Hafizh II dan Penamatan Santri Kelas IX Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al-Imam Hafsh Soppeng bukan sekadar seremoni kelulusan biasa, melainkan sebuah perayaan iman, air mata haru, dan pencapaian spiritual yang agung.

Suasana kian magis ketika memasuki salah satu agenda utama: uji hafalan Al-Qur’an 30 juz secara langsung. Wakil Bupati Soppeng, bersama Kapolres Soppeng dan ulama kharismatik Anregurutta KH. Nurdin Maratang, S.Ag., M.Pd., bergantian membacakan potongan ayat. Di atas panggung, dengan ketenangan yang lahir dari kedekatan jiwa bersama Al-Qur’an, para santri menyambung ayat-ayat tersebut tanpa cela. Kefasihan makhraj dan kelancaran hafalan mereka menjadi bukti nyata dari proses panjang, malam-malam tanpa tidur, dan dedikasi suci dalam menjaga kemurnian kalam Ilahi.

Pimpinan PPTQ Al-Imam Hafsh dengan suara bergetar penuh syukur melaporkan bahwa pada wisuda tahun ini, dua santri tangguh berhasil menuntaskan hafalan 30 juz sempurna. Sebuah mahkota spiritual yang lahir dari konsistensi pembinaan pesantren, keteguhan hati para santri, dan rakaat-rakaat doa yang dipanjatkan oleh orang tua di sepertiga malam. Mewakili hati para wali santri, salah satu orang tua mengungkapkan rasa haru yang mendalam dan ucapan terima kasih tak terhingga kepada para ustaz dan ustazah yang telah mendidik putra-putri mereka dengan samudera kesabaran. Harapan besar melangit agar anak-anak mereka tetap istiqamah memeluk erat Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan.

Wakil Bupati Soppeng dalam pidatonya yang penuh wibawa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan. Beliau memandang keberhasilan ini bukan sekadar prestasi akademik, melainkan fondasi spiritual yang kokoh bagi masa depan daerah.

“Anak-anak kita hari ini telah membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupan di masa depan. Mereka bukan hanya sedang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang unggul, tetapi juga turut membangun fondasi bagi kemajuan daerah dan bangsa. Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami mengucapkan selamat. Terima kasih kepada PPTQ Al-Imam Hafsh yang telah melahirkan generasi Qur’ani yang unggul,” tutur Wakil Bupati dengan nada takzim.

Pesan religius yang mendalam juga disampaikan oleh Anregurutta KH. Nurdin Maratang dalam tausiyahnya. Beliau mengingatkan khalayak bahwa pesantren adalah institusi pendidikan tertua yang menjadi pilar peradaban dan kemerdekaan bangsa. Menjadi penghafal Al-Qur’an, tegasnya, mengemban tanggung jawab moral yang besar agar bacaan selalu terjaga sesuai kaidah tajwid demi menjaga kemurnian maknanya.

“Semoga anak-anakku semua menjadi Hamalatul Qur’an, yakni penjaga, pembawa, pengemban, sekaligus pengamal Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” doa Anregurutta yang diaminkan secara syahdu oleh seluruh hadirin.

Prosesi yang dihadiri pula oleh perwakilan Dandim 1423/Soppeng, Kejaksaan Negeri, Camat Lalabata, Kabag Kesra, BAZNAS, dan Kementerian Agama ini akhirnya ditutup dengan doa bersama. Ketika penghargaan diserahkan dan pelukan hangat antara orang tua dan anak pecah di penghujung acara, ada sebuah keyakinan yang tertinggal di hati setiap orang yang hadir: dari rahim Soppeng, telah lahir tunas-tunas emas Qur’ani yang siap menerangi masyarakat dengan akhlak mulia dan ilmu yang berkah. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page