Uncategorized

Refleksi Setahun Pemerintahan Suardi Selle. Antara Pujian Dan Sejumlah Catatan Kritis

463
×

Refleksi Setahun Pemerintahan Suardi Selle. Antara Pujian Dan Sejumlah Catatan Kritis

Sebarkan artikel ini

Oleh : Idhol ARDI

Breaking Sulsel.co.id — Satu tahun pemerintahan Suardi Selle telah berjalan. Banyak media memberitakan capaian dengan nada pujian: program berjalan, kegiatan terlaksana, seremoni terselenggara. Pemerintahan terlihat aktif, dinamis, dan penuh agenda.

Namun dalam demokrasi yang sehat, pujian saja tidak cukup. Pemerintahan bukan hanya soal pencitraan dan seremoni, tetapi soal dampak nyata di tengah rakyat.
Pertanyaannya sederhana:
Apakah daya beli masyarakat benar-benar membaik?
Apakah lapangan kerja bertambah signifikan?
Apakah pelayanan publik makin cepat dan transparan?
Apakah petani, dan pelaku UMKM sudah merasakan perubahan konkret?
Apakah kami selaku anggota LEGISLATIF sebagai mitra sekaligus pengawas sudah didengar sebagai penyambung lidah rakyatnya???
Apakah hasil reses kami sudah terkafer di RKA Para SKPDnya???
Ini semua perlu dikatahui …!!!!

Kritik bukanlah kebencian. Kritik adalah bentuk cinta pada daerah, kami hadir u menjadi navigator agar DRIVER yg membawa -+180rb penumpang bisa selamat dan berujung kpd tingkat kehidupan yg ADIL MAKMUR &SEJAHTERA.

MEDIA dan elemen masyarakat perlu keberanian untuk menyampaikan catatan, agar pemerintah tidak terjebak dalam zona nyaman.
Dalam satu tahun ini, tentu ada langkah baik yang patut diapresiasi. Tetapi ada perlu minjadi perhatian khusus terutama terkait pelayanan dasar KESEHATAN DAN PENDIDIKAN, bagaimana pengelolaan RUMAH SAKIT, PUSKESMAS penunjag tenaga medisnya??
Bagaiamana sekolah yg masih butuh RKB dan pasilitas belajar mengajar,
Bagaiama sekolah SD Yg kepseknya masih PLT dan PLH yg sudah relatif lama,

Kondisi seperti ini bisa berimplikasi pada kurang optimalnya
kepemimpinan sekolah dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan strategis.
Oleh karena itu, kami memandang perlu adanya percepatan pengangkatan kepala sekolah definitif
yang didukung oleh ketersediaan calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan serta memiliki
kompetensi kepemimpinan yang memadai melalui BCKS.

Selain itu konsistensi realisasi program, pemerataan pembangunan desa, transparansi anggaran juga penting krn jangan sampai ada yg banyak tapi ada juga minim kususnya di setiap kecamatan. Komunikasi publik yang lebih terbuka terhadap aspirasi dan perbedaan pendapat.
Ingat!!!
Pemimpin yang kuat bukanlah yang hanya dipuji, melainkan yang siap mendengar suara yang berbeda. Karena demokrasi bukan ruang gema pujian, tetapi ruang dialog dan perbaikan.
Semoga tahun kedua menjadi momentum evaluasi menyeluruh — bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tetapi memperdalam kualitas dampaknya bagi masyarakat Soppeng.
Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai dari baliho dan berita, melainkan dari perubahan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Wassalam. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page