Soppeng, Breaking SulSel.co.id – Sejak resmi dibuka pada 14 Juni 2026 lalu, Soppeng City Expo 2026 atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Malam, berhasil menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kabupaten Soppeng.
Pada malam ketujuh pelaksanaannya, Jumat (19/6/2026), tim media melakukan pemantauan langsung di lokasi kegiatan yang berpusat di kawasan Malaka. Kegiatan ini cukup menyita perhatian publik karena digagas oleh masyarakat dan pelaku usaha sendiri di tengah perubahan peta aktivitas ekonomi malam di Kota Watansoppeng.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan yang digunakan untuk kegiatan tersebut merupakan milik tokoh masyarakat Soppeng, Andi Kaswadi Razak.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sedikitnya terdapat 47 tenant yang aktif berjualan dan melayani pengunjung. Mayoritas tenant yang mengisi lokasi tersebut merupakan pedagang yang sebelumnya beraktivitas di kawasan Pelataran Masjid Raya Darussalam sebelum dilakukan relokasi.
Sejumlah pedagang mengaku bersyukur atas hadirnya ruang usaha yang disiapkan panitia.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dibukanya lokasi pasar malam ini. Kami kembali memiliki tempat untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan,” ujar salah seorang pedagang.
Pedagang lainnya mengungkapkan bahwa berbagai fasilitas penunjang telah disediakan oleh panitia, mulai dari kebersihan, penerangan, hingga tenda bagi pedagang yang tidak memilikinya.
“Kami benar-benar terbantu. Semua kebutuhan dasar untuk berjualan disiapkan. Bahkan ada pedagang yang ingin menyewa meja, tetapi panitia lebih mengutamakan membantu pelaku usaha yang membutuhkan,” ungkapnya.
Beberapa pedagang bahkan mengaku mampu mengembalikan modal usaha hanya dalam waktu tiga malam pelaksanaan.
“Kami baru masuk malam ketiga, tetapi sudah kembali modal. Malam pertama saja omzet penjualan mencapai sekitar Rp2 juta, padahal saat itu kondisi sedang hujan,” kata salah seorang pedagang.
Adapun biaya yang dibebankan kepada tenant dinilai cukup ringan, yakni hanya berupa kontribusi untuk kebersihan dan penerangan lampu yang besarannya tidak memberatkan para pelaku usaha.
Ketua Panitia Soppeng City Expo, Taufik, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama 28 hari dengan fokus utama pada sektor kuliner, makanan, dan minuman.
Menurutnya, penataan tenant dilakukan secara terukur agar tidak terjadi persaingan tidak sehat dan seluruh pelaku usaha memiliki peluang yang sama untuk memperoleh keuntungan.
“Kami mengatur posisi tenant sedemikian rupa agar tidak terjadi tumpang tindih jenis usaha. Tujuannya sederhana, bagaimana semua pedagang yang masuk bisa mendapatkan transaksi setiap malam,” jelas Taufik.
Panitia, lanjutnya, bahkan melakukan pemantauan harian terhadap perkembangan aktivitas perdagangan, termasuk omzet penjualan para tenant.
“Setiap malam kami melakukan evaluasi. Kami ingin memastikan pedagang benar-benar mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan ini,” ujarnya.
Taufik juga membenarkan bahwa sebagian besar pedagang yang saat ini berjualan di Soppeng City Expo merupakan pedagang yang sebelumnya beraktivitas di sekitar Pelataran Masjid Raya.
“Kami memahami apa yang dirasakan para pelaku usaha dan UMKM. Karena itu kami berusaha membantu semaksimal mungkin agar mereka tetap bisa menjalankan usahanya,” katanya.
Selain pedagang kuliner, panitia juga membuka ruang bagi pelaku usaha lainnya, termasuk pedagang kaki lima dengan usaha temporer untuk bergabung meramaikan kegiatan tersebut.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, panitia menyiapkan berbagai hiburan gratis, sound system, arena permainan anak, hingga pameran benda pusaka yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Menurut panitia, dalam sepekan pelaksanaan kegiatan, perputaran transaksi ekonomi setiap malam telah mencapai ratusan juta rupiah dan diperkirakan terus meningkat hingga akhir kegiatan.
“Target kami sederhana, bagaimana para pedagang mendapatkan keuntungan dan ke depan mampu berkembang menjadi pelaku UMKM yang sukses dan mandiri,” tambah Taufik.
Dari pantauan tim media, suasana Soppeng City Expo tampak ramai dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Aktivitas jual beli berlangsung hingga larut malam, sementara wahana permainan anak dan sejumlah hiburan turut menambah semarak suasana.
Kehadiran Soppeng City Expo dinilai telah memberikan ruang baru bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah perubahan kawasan perdagangan malam di Kota Watansoppeng, kegiatan ini menjadi alternatif yang mampu menghadirkan keramaian, mendorong transaksi usaha, sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat. (**)












