Uncategorized

Soppeng Menapak Masa Depan Lewat ICARE dan Kepemimpinan yang Membumi

12
×

Soppeng Menapak Masa Depan Lewat ICARE dan Kepemimpinan yang Membumi

Sebarkan artikel ini

Keterangan Gambar: Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng memimpin apel. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Soppeng berhasil lolos seleksi ketat Program ICARE Kementerian Pertanian RI dan Bank Dunia, sehingga memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp60 miliar untuk mempercepat transformasi pertanian modern berbasis korporasi di Bumi Latemmamala.

SOPPENG — Pagi selalu menyimpan harapan. Di hamparan sawah yang menguning, doa-doa para petani tak pernah berhenti terangkat bersama embun yang perlahan menguap. Dari tanah yang subur itu, ikhtiar bertemu dengan kebijakan, dan kerja yang senyap perlahan menumbuhkan hasil yang nyata.

Harapan itu kini menemukan jalannya.

Kabupaten Soppeng berhasil menembus seleksi nasional Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), sebuah program kolaborasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Bank Dunia yang dirancang untuk mempercepat transformasi pertanian menuju sistem modern berbasis korporasi. Keberhasilan tersebut membuka jalan bagi Bumi Latemmamala memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp60 miliar guna memperkuat sektor pertanian daerah.

Prestasi ini bukanlah capaian yang datang tanpa ujian. Seleksi ICARE berlangsung sangat ketat dan hanya menjangkau tiga provinsi di Indonesia, yakni Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat. Dari Sulawesi Selatan sendiri, hanya empat kabupaten yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, yaitu Soppeng, Gowa, Barru, dan Enrekang.

Di balik pencapaian itu, tersirat sebuah pesan sederhana: pembangunan tidak selalu lahir dari pidato yang panjang, tetapi dari kerja yang konsisten, perencanaan yang matang, dan keberanian menatap masa depan.

Direktur ICARE, Bram Kusbiantoro, menegaskan hal tersebut saat melakukan peninjauan lokasi bersama perwakilan Bank Dunia, Mr. Joel, pada pertengahan Juli lalu.

“Khusus di Sulawesi Selatan, hanya ada empat kabupaten yang terpilih, yaitu Soppeng, Gowa, Barru, dan Enrekang. Soppeng menjadi salah satu daerah yang dinilai paling siap untuk pengembangan pertanian modern berbasis korporasi,” ujarnya.

Dana sebesar Rp60 miliar itu akan difokuskan untuk memperkuat 20 Brigade Pangan Milenial di Kabupaten Soppeng. Program tersebut meliputi penyediaan alat dan mesin pertanian modern, penguatan sistem produksi dari hulu hingga hilir, serta pendampingan kelembagaan agar para petani tidak lagi sekadar menjadi penggarap lahan, melainkan tumbuh sebagai pelaku usaha agribisnis yang berdaya saing dan berbasis teknologi.

Langkah itu menjadi investasi penting bagi generasi muda. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang tertinggal oleh zaman, melainkan sebagai ruang pengabdian yang memadukan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kecintaan kepada tanah kelahiran.

Pemerintah Kabupaten Soppeng pun bergerak cepat. Menindaklanjuti kunjungan tim Bank Dunia, sosialisasi ICARE Project Implementation Unit (PIU) segera dilaksanakan di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng.

Melalui amanat Bupati H. Suwardi Haseng yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah, ditegaskan bahwa kepercayaan dari Kementerian Pertanian dan Bank Dunia bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Kepercayaan dari Kementerian Pertanian dan Bank Dunia ini adalah peluang besar sekaligus tanggung jawab bagi kita semua. Pemerintah Daerah berkomitmen penuh mengawal pelaksanaan program ini agar berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, serta mempercepat transformasi pertanian Soppeng menuju era modern,” demikian amanat tersebut.

Dalam pandangan yang lebih luas, keberhasilan ini bukan hanya berbicara tentang besarnya nilai anggaran. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya kepercayaan bahwa Soppeng memiliki kapasitas untuk menjadi bagian dari peta pembangunan pertanian nasional.

Sebab sejatinya, keberkahan sebuah daerah tidak hanya diukur dari luas sawah yang terbentang, melainkan dari kemampuan para pemimpinnya menghadirkan harapan bagi masyarakat. Ketika kebijakan berpihak kepada petani, ketika kerja dilakukan dengan keikhlasan, dan ketika pembangunan dilandasi niat untuk menghadirkan kemaslahatan, maka setiap bulir padi yang tumbuh adalah buah dari ikhtiar yang diridai Allah SWT.

Kini, Bumi Latemmamala menatap masa depan dengan optimisme. Di antara hijaunya persawahan dan semangat petani yang tak pernah padam, Soppeng sedang menulis babak baru, sebuah perjalanan menuju pertanian modern yang lebih mandiri, lebih bermartabat, dan lebih menyejahterakan. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page