RILIS BERITA – FEATURE NEWS
MAKASSAR – Di bawah langit Makassar yang cerah, langkah kaki beriringan. Bukan sekadar jalan, tapi doa yang diayunkan.
Sabtu pagi, 11 Juli 2026, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Hj. Suarni Suwardi hadir tanpa jarak dengan rakyatnya. Mereka menyatu dalam lautan putih peserta Jalan Sehat “Sulsel Anti Mager”.
Ribuan warga dari seluruh kabupaten/kota se-Sulsel memadati rute dari Rumah Jabatan Gubernur menuju Lapangan Hasanuddin. Lepasan resmi dari Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi tanda: hari ini, kesehatan bukan lagi urusan individu, melainkan ikhtiar bersama.
“Alhamdulillah, hari ini kita diberi nikmat sehat untuk bergerak bersama,” ucap Bupati Suwardi, suaranya teduh di tengah riuh semangat peserta.
Di sampingnya, Hj. Suarni Suwardi berjalan tenang, menyapa ibu-ibu PKK, menguatkan.
Kebersamaan itu sederhana, tapi menggetarkan. Tanpa sekat jabatan, tanpa batas protokoler. Hanya ada niat tulus: membangun keluarga sehat, masyarakat kuat.
Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas ini memang lebih dari seremoni. Di sela jalan, tersedia layanan kesehatan gratis, pembagian kacamata, hingga senyum yang dibagikan panitia. Ada pula harapan yang digantungkan pada doorprize utama: satu unit mobil.
Bagi Soppeng, momentum ini juga panggung. Sebelumnya, rombongan telah mengikuti syukuran HUT Dekranas, memamerkan tenun dan kerajinan khas di pameran produk unggulan, hingga berjalan di atas panggung fashion show Wastra Nusantara. Benang-benang Soppeng diperkenalkan, bukan untuk dipuji, tapi untuk menghidupi.
“Ini bukan hanya tentang olahraga,” tutur Bupati usai acara. “Ini tentang memuliakan kerja UMKM, menjaga budaya, dan merajut kembali kerja sama antardaerah demi ekonomi kreatif yang berkeadilan.”
Acara ditutup dengan foto bersama. Raut wajah TP PKK dan Dekranasda Soppeng bersinar. Di balik senyum itu ada janji: bahwa dari langkah kecil hari ini, akan lahir inovasi besar untuk pembangunan.
Di akhir hari, yang tertinggal bukan hanya keringat. Tapi keyakinan bahwa ketika pemimpin dan rakyat berjalan seirama, maka negeri ini akan semakin dekat pada keberkahan. (FAS)












