Uncategorized

Mengakar pada Tradisi, Bertumbuh untuk Masa Depan, Mengabdi Sepanjang Zaman

136
×

Mengakar pada Tradisi, Bertumbuh untuk Masa Depan, Mengabdi Sepanjang Zaman

Sebarkan artikel ini

Penulis – Haji Agustang Ranreng Pendiri Pondok Pesantren Daarul Mu’minim As’adiyah Doping

Sengkang, Wajo, Breaking Sulsel.co.id – Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping Kecamatan Penrang Kabupaten Wajo, Sulsel yang telah Dua puluh tiga tahun lalu, berdiri dan mengabdi untuk ummat dengan sebuah langkah sederhana dimulai dengan niat yang tulus dan harapan yang besar. Dari semangat para pendiri yang ingin menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas, lahirlah Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping yang hingga hari ini terus berdiri kokoh mengabdi untuk umat dan bangsa.

Sejak berdiri pada 7 Juni 2003, pesantren ini telah melewati berbagai fase perjalanan. Berawal dari kondisi yang serba terbatas, para pendiri dan pejuang pesantren tidak pernah berhenti berikhtiar. Mereka meyakini bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan untuk pendidikan adalah investasi akhirat yang akan terus mengalir pahalanya.

Dimulai dari para pendiri atau pencetus lahirnya pondok pesantren tersebut antaranya Almarhum H. Andi Baso, Abdullah, H. Agustan Ranreng, dan H. Ambo Acca menjadi bagian dari generasi perintis yang meletakkan dasar-dasar perjuangan pesantren. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, mereka membangun lembaga ini selangkah demi selangkah hingga mampu berkembang seperti sekarang.

Selama 23 tahun perjalanan, Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang. Mereka menjadi guru, dai, tokoh masyarakat, pengusaha, dan pelayan umat yang membawa nilai-nilai pesantren ke tengah kehidupan masyarakat.

Peringatan 23 tahun berdirinya pesantren ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadapi masa depan. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, pesantren terus melakukan pembenahan dan penguatan sistem agar mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.

Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping, usia 23 tahun adalah bukti bahwa keikhlasan, kesabaran, dan kebersamaan mampu melahirkan karya besar yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.

Hari ini, kita tidak hanya merayakan usia sebuah lembaga.
Kita sedang menghormati sebuah perjuangan.
Kita sedang mengenang pengorbanan para pendiri.
Dan kita sedang meneguhkan tekad untuk melanjutkan amanah yang telah diwariskan kepada generasi penerus. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page