Uncategorized

Diduga Berawal dari Perselisihan Pribadi, Tiga Pemuda Menjadi Korban Pengeroyokan di Samata, Gowa

189
×

Diduga Berawal dari Perselisihan Pribadi, Tiga Pemuda Menjadi Korban Pengeroyokan di Samata, Gowa

Sebarkan artikel ini

GOWA, Breaking Sulsel.Co.Id – Tiga orang pemuda Fian, Aul, Padil menjadi korban pengeroyokan yang terjadi di kawasan BTN Garanti, Samata, Kabupaten Gowa, Minggu malam (11/5/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.

Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, insiden bermula ketika ketiga korban sedang berkumpul di depan sebuah kontrakan yang digunakan sebagai tempat penyewaan perlengkapan outdoor dan alat pendakian.

Tak  lama berselang, sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah kisaran 20 orang mendatangi lokasi secara beramai-ramai, Kedatangan kelompok tersebut kemudian memicu aksi penyerangan terhadap ketiga korban yang dimaksud.

Akibat kejadian itu, tiga korban tersebut mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh, seperti kepala, tangan, lutut, dan bagian perut, Selain mengalami cedera fisik, ketiga  korban juga disebut mengalami trauma akibat peristiwa pengeroyokan yang dilakukan kelompok Fahrul cs.

Salah seorang korban Fadil menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya dipicu oleh masalah pribadi antara salah satu korban bernama Fian dengan salah seorang terduga pelaku Fahrul, Korban menuturkan bahwa sebelum kejadian, Fahrul sempat menghubungi Fian melalui akun Instagram yang diduga menggunakan identitas seorang wanita, yang diketahui merupakan mantan kekasih salah satu pelaku pengeroyokan itu.

Dalam percakapan tersebut terjadi saling balas pesan yang berujung perselisihan. “Awalnya mereka sempat saling mengirim pesan lewat Instagram. Fian kemudian mengajak mediasi sekaligus duel satu lawan satu, tapi pelaku tidak menanggapi ajakan duel tersebut,  keduanya sempat sepakat untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik,” ujar Fadil salah seorang korban pengeroyokan.

Lebih jauh Fadil menerangkan,  situasi justru berubah ketika pihak pelaku diduga datang bersama massa ke lokasi tempat korban sedang berkumpul. dua korban lainnya saya sendiri Fadil dan Aul mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut karena sedang melakukan aktivitas di lokasi saat kejadian berlangsung.

“ Saya Fadil bersama Aul sebenarnya tidak tahu masalahnya. Posisi saya sementara cuci tenda di lokasi,”  pungkasnya

Korban Fadil  juga menyebut suasana di lokasi mendadak mencekam karena jumlah pelaku cukup banyak dan beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam. Warga sekitar sempat mencoba melerai, namun situasi sulit dikendalikan.

“Saya sempat tanya ada apa ramai-ramai datang, tapi tanpa banyak bicara mereka langsung melakukan pemukulan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak korban telah melaporkan insiden tersebut ke Polres Gowa untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan telah meminta keterangan dari sejumlah korban serta saksi yang berada di lokasi kejadian, hingga berita ini dilansir pihak Polres Gowa belum menahan pelaku. ( Ody/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page