Menunggu 36 Tahun, Ini Alasan Butuh Waktu Lama untuk Naik Haji

Soppeng Breaking SulSel.Co.Id — Menjadi rukun Islam yang ke-5, ibadah haji menjadi keinginan umat muslim di seluruh dunia, termasuk Kabupaten Soppeng kouta pertahun 250 jamaah. Namun, tantangan yang harus dihadapi pun cukup besar, mulai dari biaya yang tinggi hingga antrean naik haji yang mencapai 36 tahun. Tidak heran jika kebanyakan yang berangkat ke Tanah Suci sudah berusia lanjut. Ternyata, ini alasan di balik lamanya antrean haji di Indonesia.

Setiap tahun, minimal 200 ribu orang Indonesia berhaji. Karenanya, pantas orang bertanya-tanya ketika tahun ini haji dibatalkan. Memang alasannya teknis dan rasional, yakni Pemerintah Arab Saudi telat dengan pembagian kuota sehingga panitia Indonesia menjadi sulit.

Berapa pun kuota yang diberikan, tetap saja visanya harus diurus, penerbangan dan pemondokan harus di-booking, dan pesertanya harus divaksin. Itu tak bisa mendadak. Tidak bisa juga dibatalkan begitu saja jika sudah ada kontrak dan uang muka dibayarkan. begitupun kelangkaan vaksin dan mutasi Covid-19 menjadi alasan Saudi tak kunjung umumkan kuota ibadah haji tahun 2021.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umra Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Dr.H.Musriadi,M.H saat dijumpai oleh Breaking SulSel Senin (13/9) mengatakan. Dibandingkan umrah, ibadah haji memang lebih mahal dan waktunya lebih panjang, Jika umrah hanya beribadah di kota Mekkah dan Madinah saja, ibadah haji menambah lokasi ibadah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Rangkaian ibadahnya pun lebih panjang seperti wuquf, thowaf, sai, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melontar jumrah. Tidak heran jika rangkaian ibadah haji akan berlangsung sekitar 40 hari ketimbang umrah yang hanya perlu waktu 9-14 hari.

Untuk biaya haji di tahun 2019, pemerintah mencanangkan biaya haji rata-rata Rp35 sampai Rp.40 jutaan, jauh lebih mahal ketimbang umrah yang mencapai Rp20 sampai Rp.30 jutaan. Demi mendapatkan dana yang cukup untuk berangkat haji, tidak sedikit yang butuh waktu bertahun-tahun untuk menabung. Untungnya, kini kamu bisa merencanakan tabungan haji dengan waktu tunggu yang relatif lebih cepat ujarnya.

Lanjut Musriadi menjelaskan. Selain itu Kouta Haji terbatas dimana kita sama ketahui Indonesia merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Dengan penduduk lebih dari 260 juta, kuota yang diberikan hanya 221ribu jamaah haji per tahun. Padahal tiap tahunnya ada sekitar 600ribuan pendaftar haji regular. Akibatnya, tiap tahun daftar antrian menumpuk dan semakin panjang. Untungnya tahun ini, kuota bertambah hingga 10ribu jamaah sehingga dapat mengurangi panjangnya antrian ke Tanah Suci.

Untuk Kabupaten Soppeng kita mendapatkan kouta Haji sebanyak 250 jamaah pertahun sedang pendaftar sejak Tahun 2009 sebanyak 9096 sampai tahun ini jika kesemua pendaftar ini dibagikan dengan jumlah kouta haji untuk Kabupaten Soppeng peraktis daftar tunggu bisa sampai kisaran 36 tahun daftar tunggu jika mendaftar saat ini pungkasnya. (Redaksi)

 

 

Breakingsulsel soppeng

Read Previous

20 Putra Putri Bersaing di Grand Final Pemilihan Duta Wisata Soppeng 2021

Read Next

Penobatan Duta Wisata Soppeng Tahun 2021