IKA SMAN 200 Soppeng Prof. Pawennari Hijjang, Selaku Narasumber Bertajuk “Ethno Wellness Spa Bugis”

Makassar Breaking SulSel.Co.Id — Sebagai orang Indonesia tentu pemandangan dan aktivitas kita sehari-hari tak lepas dari berbagai layanan dan barang hasil kreasi pelaku UMKM. Dimulai dengan aktivitas pagi hari ketika sarapan kita mencari bubur atau kue-kue makanan ringan yang dijual UMKM, membeli kebutuhan pokok di warung dekat rumah, sampai menitipkan anak di playgroupterdekat yang juga adalah UMKM. Adapun di era digital saat ini, bahkan ada pula yang tidak memiliki toko serta hanya memasarkan produknya secara online, dan belum memiliki perizinan usaha. Pelaku usaha dengan karakteristik tersebut dapat ditemukan disekitar kita baik itu saudara, tetangga, teman atau kita sendiri. Dari namanya UMKM memang memiliki kepanjangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun jangan salah si kecil ini memiliki kontribusi yang sangat besar dan krusial bagi perekonomian kita secara makro.

organisasi bidang spa Wellnes di Indonesia; IWMA (Indonesia Wellness Master Association), WHEA (Wellness & Healthcare Entrepreneur Association) & IWSPA d/h INDSPA (Indonesia Wellness Spa Professional Association), bersama-sama Bapak Presiden turut menanggulangi dampak pandemi Covid-19 yang dialami oleh sektor pariwisata dan perdagangan UKM pada umumnya dan spa wellness pada khususnya.

Sektor ini paling terpuruk akibat dampak dari pandemi Covid-19, sehingga perlu terus diberdayakan, dipromosikan dan dikomunikasikan di dalam negeri maupun mancanegara agar pada masa pandemi ini industri spa wellness dapat memelihara kualitas pelayanan dan produknya dan pada masa pandemi telah berlalu dapat merebut pasar wisata dunia dengan kualitas pelayanan dan produk secara prima.

Dalam upaya tersebut, diadakan penyelenggarakan Festival Internasional Wellness Tourism Indonesia secara online dengan tujuan upaya nasional untuk memulihkan perekonomian melalui budaya sehat Indonesia Senin, 13 September 2021.

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama bulan September 2021. Festival ini bersifat Internasional karena melibatkan lebih kurang 12 negara bekerjasama dengan KBRI setempat maupun Diaspora yang ada di berbagai negara tersebut.

dalam ajang mempromosikan kekayaan budaya Wellnes Indonesia ke dalam dan luar negeri, sederetan nama nama pakar dan pembicara tampil baik dalam dan luar negri untuk membawakan materi pada pelaksanaan itu tak ketinggalan salah seorang pakar, guru besar pada vakultas antropologi universitas Hasanuddin Makassar dan juga Alumni SMAN 200 Watansoppeng angkatan 1977 Prof.H.A. Pawennari Hijjang membawakan selaku narasumber webinar yang bertajuk “Ethno Wellness Spa Bugis”

Prof. H.A. Pawennari Hijjang dalam keterangan persnya mengatakan. Ethno Wellness atau spa bugis  ini tak lepas membicarakan Bedda lotong (bedak hitam) merupakan lulur alami yang banyak di gandrungi oleh  masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis makassar dan masih banyak digunakan oleh wanita di Sulawesi Selatan.

Lulur bedda lotong adalah lulur tradisional ala wanita Bugis yang sudah terkenal sejak lama. Dimana dahulunya lulur ini hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, namun saat ini telah tersebar luas ujarnya.

Lulur ini disebut bedda lotong karena bahan dasarnya berasal dari ketan hitam. Lulur ini  diyakini mampu memutihkan dan membuat badan terlihat bersih.

Tidak hanya itu bedda lotong dipercaya dapat mengangkat sel kulit mati pada kulit,  memutihkan kulit, mengencangkan kulit wajah maupun tubuh, mengecilkan pori-pori dan membuat kulit terlihat bersih dan cerah.

Dahulu bedda lotong hanya diproduksi oleh masyarakat untuk digunakan secara pribadi namun saat ini lulur bedda lotong pun telah banyak diproduksi untuk dikomersialkan ke seluruh Indonesia pungkasnya. (Redaksi)

Breakingsulsel soppeng

Read Previous

Andi Mapparemma Anggota DPRD Soppeng salurkan bantuan paket sembako untuk korban banjir di 4 Lokasi

Read Next

Kemenag Soppeng Gelar Sosialisasi Pemutakhiran EMIS dan SIAGA