AGH. Daud Ismail Dari Muallimin Hingga Berdirinya Ponpes Yasrib Watansoppeng (Bag 1)

Keterangan : Diambil dari buku catatan harian AGH. Daud Ismail melalui Anaknya HJ. Nur Inayah Daud, SH dan Drs. H. Johan H Rahman, SH. MH yang juga Pimpinan Ponpes Yasrib Ke 3

Soppeng Breaking SulSel.Co.Id — AGH Daud Ismail adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Yasrib Soppeng dan dikenal sebagai ulama ahli tafsir bahkan ia berhasil membuat tafsir (terjemahan) Alquran sebanyak 30 juz dalam bahasa Bugis. Almarhum juga adalah salah seorang pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Da’wa  wal Irsyad (DDI)  Sulsel di Pinrang bersama almarhum KH Rahman Ambo Dalle dan KH  Muhammad Abduh Pabbaja.

Bermula setelah Gurutta H. Daud Ismail memimpin Perguruan As’adiyah kurun waktu 1953 sampai dengan 1961 (8 Tahun) yang perkembanganya maju sangat pesat sehingga masyarakat dan pemerintah soppeng mereka bersepakat untuk meminta Gurutta agar dapat Kembali mengabdi ditanah kelahiran (Soppeng) sehingga pada akhir tahun 1960 datanglah utusan pemerintah dan masyarakat Soppeng kepada Gurutta meminta Kembali ketanah kelahiran dengan alasan bahwa Gurutta sudah lama meninggalkan tanah kelahiran soppeng.

Sepeninggal perutusan pemerintah dan masyarakat soppeng menjadi pemikiran Gurutta H. Daud Ismail untuk kembali mengabdi ditanah kelahiran dan dengan melihat perkembangan madrasah As’adiyah yang semakin meningkat sehingga, pada awal tahun 1961 dengan memperhatikan dua pertimbangan utama pertama, desakan dari pemerintah dan masyarakat soppeng agar Gurutta H. Daud Ismail kembali mengabdi ditanah kelahiranya, kedua kondisi As’adiyah pada masa itu sudah stabil dan sudah mengalami kemajuan sehingga kedua pertimbangan tadi pada tanggal 1 Mei 1961 Gurutta H. Daud Ismail menyerahkan kepemimpinan Madrasah As’adiyah kepada saudaranya sesama santri Gurutta H. Muh. Yunus Maratang selanjutnya Gurutta H. Daud Ismail memenuhi harapan Pemerintah dan masyarakat soppeng kembali ketanah kelahiran.

Setelah Gurutta H. Daud Ismail berada di Watansoppeng beliau membenahi apa yang perlu dibenahi baik itu dalam lingkup keluarga  maupun dalam masyarakat soppeng sendiri, setelah memasuki tahun 1962 Gurutta memulai aktivitasnya dibidang Pendidikan dengan mendirikan Madrasah yang diberi nama Madrasah Muallimin 4 Tahun yang berkedudukan di Jalan Merdeka Watansoppeng Gurutta sendiri yang memimpin Madrasah terebut.

Kemudian untuk memperkuat legitimasi Madrasah tersebut maka dibentuklah Yayasan yang diberi nama Yayasan Perguruan Islam Beowe disingkat YASRIB dimana Gurutta sendiri sebagai Ketua Yayasan, Beowe diamabil dari nama Raja Soppeng ke 14 yang pertama memeluk Islam dikedatuan Soppeng sekitar tahun 1607. Setelah 2 Tahun memimpin Yayasan tersebut (1964) Gurutta membuka lagi Madrasah Ulya sebagai kelanjutan dari Madrasah Muallimin 4 Tahun yang kemudian Madrasah Muallimin Ulya ini berubah status menjadi SP. IAIN yang merupakan kelas jauh dari SP. IAIN Makassar yang sekarang menjadi SMA Islam Yasrib.  Bersambung  (Redaksi)

Breakingsulsel soppeng

Read Previous

Cerita Haru Kakek Korban Kecelakaan Maut Di Jalan Poros Ukkee

Read Next

Pemerintah Kabupaten Soppeng Akan Terima Penghargaan KLA Tahun 2021