Direktur Eksekutif E – MC SulSel. KPU Soppeng Di Duga Cederai Demokrasi

Keterangan Gambar : Direktur Eksekutif Electroral Management Dan Constitution (E-MC) SulSel, Ahsan Jafar saat bersama Prof Dr. Muhammad
Makassar Breaking SulSel.Co.Id —  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak, digelar di 270 (dua ratus tujuh puluh) daerah dan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang dan juga Kolom Kosong (KOKO). Di Daerah Provinsi Sulawesi Selatan ada dua Kabupaten yang harus berhadapan dengan KOKO yakni Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Gowa.
“Pesta demokrasi ini tentu diharapkan dapat menempatkan seluruh bakal calon kepala daerah dalam posisi yang setara dan berdaya tanpa memandang perbedaan latar belakang, termasuk KOKO,” ujar Direktur Eksekutif  Electroral Management Dan Constitution (E-MC) SulSel, Ahsan Jafar melalui keterangan tertulisnya via WhatsApp, Sabtu (17/10).
Direktur eksekutif E-MC mengkritisi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Soppeng. Pasalnya penyelenggara pemilu ini diduga melakukan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) calon kepala daerah dengan tidak benar dan dianggap ciderai demokrasi.
Menurut Direktur Eksekutif E-MC Sulsel, Ahsan Jafar bahwa seharusnya sebagai pihak penyelenggara pesta demokrasi, KPU Soppeng harusnya lebih mengedepan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Dimana kedudukan kolom kosong dan pasangan calon sama. Salah satunya, penyediaan alat peraga kampanye (APK).yang gambarnya tidak sesuai unsur demokrasi.
“Terkait polemik alat peraga di soppeng, saya melihat ada nilai edukasi yang tidak benar dilakukan KPU Soppeng. Sebenarnya awalnya saya tidak percaya tetapi setelah saya dihujani via telepon terkait penomena APK disoppeng ternyata benar. Masalahnya kenapa gambar kolom kosong ditutup dengan beberapa kalimat, padahal kita ketahui di soppeng ada dua calon bertarung dan harus diperlakukan sama. Jadi saya anggap KPU menciderai demokrasi.”tutur Ahsan Jafar.
Lanjut Ahsan Jafar mengatakan. saya berharap kepada Bawaslu Kabupaten Soppeng ini dijadikan temuan meskipun tanpa harus ada laporan terkait APK ini pungkas Ahsan Jafar.
Terpisah Ketua Bawaslu Soppeng, Winardi, S.Sos yang coba dikonfirmasi lewat selularnya terkait polemik pemasangan APK di Soppeng, mengatakan. kami tetap akan melakukan penelusuran terkait informasi yang ada dimedia sosial tujuh hari setelah kami adakan pleno penelusuran terhitung besok apakah ada di duga hal hal yang dilanggar menjadi kajian awal ujarnya. (Haerul.S/Redaksi)

breaking sulsel

Read Previous

Komunitas PPMS Pasang Stiker AKAR – LHD

Read Next

Djusman AR. KPU Tidak Cermat Menganalisa Konten Yang Ada Pada APK Paslon