Pemaparan Visi – Misi Paslon Bupati Dan Wabup Soppeng Dimakassar Oleh KPU, Diduga Hanya Pemborosan Anggaran

Soppeng Breaking SulSel.Co.Id — Founder Lembaga Kajian Advokasi HAM Indonesia (LHI) Arham. MS mengatakan, KPU wajib memfasilitasi penyampaian visi-misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ke publik. Tetapi, penyampaian tersebut tidak harus melalui sosialisasi tersendiri, melainkan bisa lewat laman KPU atau media penyiaran. Kewajiban KPU untuk memfasilitasi penyampaian visi-misi paslon, kata Arham.

Telah diatur dalam Undang-Undang. “Jadi kewajiban KPU memfasilitasi melalui media penyiaran salah satunya. Nah, melalui media penyiaran itu bisa berbagi macam cara, bisa dengan rekaman berdurasi masing-masing 3 menit, bisa dengan inforgrafis masing-masing berapa menit,” kata Arham melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/10/2020).

Menurut Arham, terjadi kesalahpahaman KPU Soppeng yang ngotot seolah-olah penyampaian visi-misi harus diadakan dimakassar saya menduga ini ada motif memboroskan anggaran lagian ini masa vandemi. Publik juga beranggapan bahwa visi-misi kenapa tidak disoppeng saja dan disampaikan paslon secara langsung pungkasnya.

Sementara itu Paslon Bupati H.A.Kaswadi Razak yang bertaqline AKAR – LHD saat bincang santai dengan wartawan di warkop Saddang sore tadi mengatakan. kewajiban menyampaikan visi-misi ada di tangan KPU. Visi-misi itu juga tidak harus disampaikan dimakassar atau melalui media Nasional toch yang ingin mengetahuinya warga Soppeng sendiri. yang paling penting, substansi visi-misi tersampaikan. Materi program yang diusung paslon juga dapat dipahami publik ujar Kaswadi ringkas.

Menyambung yang disampaikan Paslon Bupati Soppeng, Tim Kampanye Sahrul mengatakan. Memang pada saat rapat kesepakatan saya telah mengusulkan kepada KPU Soppeng bahwa pemaparan sekali saja dan diadakan disoppeng biar masyarakat soppeng bisa mendengarkan disoppeng juga khan punya perangkat untuk siaran langsung namun, pihak KPU Soppeng ngotot tetap akan melaksanakan di Makassar melalui TV Nasional dengan dalih perangkat yang ada disoppeng tidak memungkinkan ujar Sahrul. (Haerul.S/Redaksi)

breaking sulsel

Read Previous

Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Di Desa Sering, Ketum LHI Angkat Bicara

Read Next

Komunitas PPMS Pasang Stiker AKAR – LHD