MENJADI KEPALA SEKOLAH YANG IDEAL, HEBAT DAN DISUKAI

Oleh:

MUHAMMAD HUSNI, S.Pd.,M.Pd.

Kepala SMPN 4 Marioriawa Kab. Soppeng

 

 

Secara etimologi kepala sekolah adalah guru yang memimpin sekolah. Berarti secara terminology kepala sekolah dapat diartikan sebagai tenaga fungsional guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan peserta didik yang menerima pelajaran.

Kepala Sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah. Pola kepemimpinannya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan kemajuan sekolah. Oleh karena itu dalam pendidikan modern kepemimpinan kepala sekolah merupakan jabatan strategis dalam mencapai tujuan pendidikan.

Di era sekarang ini, sangat dibutuhkan seorang pemimpin di sekolah yang memiliki 3 kriteria sebagai seorang pemimpin yang dirindukan dan akan dikenang oleh warga sekolah, yaitu:

  1. Kepala Sekolah Ideal

Semakin lama semakin kita rasakan betapa pentingnya sosok seorang kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Hampir bisa dipastikan bahwa peran kepala sekolah sangat urgen dan strategis, baik dalam rangka meningkatkan kualitas SDM guru maupun dalam rangka meningkatkan manajemen pendidikan, khususnya di sekolah. Dengan kata lain kita sangat membutuhkan seorang kepala sekolah yang ideal.

Kepala sekolah yang ideal memiliki beberapa kriteria, antara lain:

  1. Kepala sekolah yang Demokratis.

Kepala sekolah yang demokratis adalah kepala sekolah yang mau memahami keberadaan guru dan seluruh staf yang ada di sekolah, baik dari aspek kelebihan maupun kekurangannya. Kepala sekolah demokratis juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk mengelola kelas dan keuangan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia juga selalu menerima masukan dari guru dan secara terus menerus memberikan bimbingan yang efektif bagi guru. Kepala sekolah yang demokratis akan memberikan kesempatan kepada guru untuk lebih kreatif. Ia akan senang apabila banyak guru yang dibinanya meningkat pengetahuan dan keterampilannya. Tidak pernah ia menghambat setiap kemajuan yang tampak pada diri guru dan stafnya.

  1. Kepala sekolah yang Kreatif dan Imajinatif.

Kepala sekolah jenis ini memiliki kreativitas yang tinggi untuk memajukan sekolahnya. Daya imajinasinya yang kuat juga melahirkan pemikiran-pemikiran yang khas. Mungkin, pada tahap awal, gagasannya akan dinilai kontroversial. Akan tetapi, ketika gagasannya dilaksanakan maka akan menjadi sebuah pola yang menarik untuk diikuti oleh banyak kepala sekolah yang lain. Kepala sekolah yang kreatif akan memenuhi kriteria kreativitas yang menyangkut tiga dimensi, yaitu dimensi proses, person, dan produk kreatif (Amabile, 1983). Dengan menggunakan proses kreatif sebagai kriteria kreativitas, maka segala produk yang dihasilkan dari proses itu dianggap sebagai produk kreatif dan kepala sekolahnya disebut kepala sekolah kreatif. Hal ini dilukiskan oleh Koestler (1964:119) yang mengartikan kreativitas sebagai suatu proses bisosiatif, yaitu “the deliberate connecting of two previously unrelated matrices of thought to produce a new insight or invention.”

  1. Kepala sekolah yang mampu menjadi Teladan.

Kepala sekolah yang mampu menjadi teladan baik secara moral maupun profesional. Secara moral, perilaku kepala sekolah harus benar-benar menjadi teladan, baik bagi guru, siswa, maupun masyarakat. Secara profesional, kepala sekolah harus mampu membuktikan bahwa dalam bekerja ia tidak hanya didasarkan pada intuisi, melainkan pada patokan ilmiah yang jelas dan sesuai dengan perundangan-undangan yang berlaku. Dengan demikian maka sasaran dan tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan kriteria profesional.

Kepala sekolah yang ideal sebagaimana paparan di atas merupakan kepala sekolah yang memiliki kelayakan untuk menyongsong setiap inovasi pendidikan, baik secara regulasi maupun tuntutan zaman. Ketika ada inovasi pendidikan, mereka tidak mau mundur seperti undur-undur, melainkan selalu siap menghadapinya dengan kepala tegak dan hati penuh semangat.

Jika sudah demikian, maka upaya pemerintah menyejahterakan kepala sekolah melalui berbagai tunjangan, khususnya TPP, maka tidak akan sia-sia. Seperti apapun beban yang dipikulkan kepada seorang kepala sekolah hendaknya disambut dengan senyum sebagaimana kepala sekolah menyambut dengan senyum setiap TPP cair.

Pemerintah tentu saja sangat mendambakan kepala sekolah yang ideal. Kenapa? Karena kepala sekolah yang ideal akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan pendidikan, setidak-tidaknya di sekolah yang dipimpinnya. Jika setiap kepala sekolah yang direkrut oleh Dinas Pendidikan adalah kepala sekolah yang ideal, maka program-program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan Insya Allah akan berjalan lancar.

  1. Kepala Sekolah Hebat

Kemajuan setiap sekolah ditentukan oleh seluruh warga sekolah dan bantuan dari orang tua siswa dan masyarakat. Namun yang mampu mengambil kekuasaan untuk mengambil keputusan untuk sekolah tersebut adalah kepala sekolah. Kepala sekolah berwenang mengatur segala aktivitas sekolah baik akademiknya maupun non-akademik.

Banyak sekolah yang mempunyai banyak prestasi dari bidang akademik dan non-akademik. Namun, masih banyak sekolah yang tidak pernah punya prestasi karena tidak pernah mengikuti lomba atau olimpiade apapun. Sekolah yang seperti ini kurang diminati oleh siswa. Orang tua juga enggan menyekolahkan anaknya di sekolah yang tidak mempunyai prestasi.

Sekolah yang tidak mempunyai prestasi apapun membuat sekolah itu kurang mempunyai tujuan yang jelas sehingga sistem pembelajaran yang ada di sekolah tersebut menjadi tak terstruktur. Hal ini yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah. Tak terstrukturnya sistem di sekolah merupakan tanggung jawab dari kepala sekolah.

Yang dibutuhkan oleh sekolah untuk menata sistemnya adalah kepala sekolah yang profesional, yang handal mengatur seluruh warga sekolah. Dengan kepala sekolah yang profesional sekolah itu akan menghasilkan siswa-siswa yang hebat yang mampu menjaga negeri ini dari kemiskinan. Kepala sekolah harus mampu menjadi contoh untuk guru-guru bagaimana karakter yang harus dimiliki untuk memajukan sekolahnya

Berikut adalah illustrasi visual yang sangat baik yang dibuat oleh Sean Junkins (editor SeansDesk), beliau menampilkan beberapa karakteristik dari pemimpin sekolah yang hebat. Sean memfokuskan pada 8 karakteristik utama yang dimiliki oleh pemimpin sekolah, yaitu:

  1. Visi

Kepala sekolah yang hebat adalah seseorang yang visioner dengan insting yang jelas tentang tujuan dan nilai-nilai yang mesti ditempuh oleh organisasinya. Mereka memiliki kemampuan untuk merumuskan dan membentuk masa depan, daripada harus dibentuk oleh peristiwa, kejadian atau komplain-komplain.

  1. Keberanian

Kepala sekolah yang hebat memiliki tekad, kemauan, dan kesabaran untuk melihat hal-hal yang dilalui dalam melakukan praktek terbaik saat memimpin. Mereka bersedia mengambil risiko dan tetap teguh dalam menghadapi tantangan.

  1. Gairah

Kepala sekolah yang hebat bergairah tentang proses belajar dan mengajar, menunjukkan komitmen yang besar untuk anak-anak atau siswa, dan mengambil minat aktif dalam terhadap pekerjaan siswa dan staf.

  1. Cerdas

Kepala sekolah yang hebat adalah senang membangun tim. Mereka memahami pentingnya hubungan. Mereka memberdayakan staf dan siswa mereka sambil terus menunjukkan empati untuk semua.

  1. Bijaksana

Kepala sekolah yang hebat membuat keputusan yang bijaksana. Mereka tidak bertindak sendiri, mereka melibatkan seluruh komunitas sekolah untuk membuat siswa siap menghadapi tantangan masa depan.

  1. Tenang dan Optimis

Kepala sekolah yang hebat punya sifat yang optimis. Mereka tetap energik dan positif. Mereka tetap tenang dalam menghadapi krisis dan memiliki strategi untuk menenangkan diri saat badai menerpa.

  1. Persuasi

Kepala sekolah yang hebat adalah komunikator dan storyteller. Mereka adalah pintar membujuk dan seorang pendengar yang baik. Mereka adalah motivator yang membuat orang mau untuk melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan dan berbeda dalam hidupnya.

 

 

  1. Ingin tahu

Kepala sekolah yang hebat selalu mencari ide-ide yang baik. Mereka adalah mudah berjejaring baik dengan siapa saja dan selalu mau belajar tren terbaru dalam kehidupan profesionalnya

  1. Kepala Sekolah Yang Disukai

Dewasa ini pemimpin sekolah memiliki kewenangan yang luas untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian pendidikan di sekolah.

Berdasarkan kewenangan itu, pemimpin sekolah memiliki keleluasaan untuk mengatur roda organisasi yang dipimpinnya. Di samping kewenangan, pemimpin sekolah pun memiliki fungsi sebagai educator (pendidik), manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator (EMASLIM).

Kewenangan dan peran pemimpin sekolah di atas, tidak terlepas dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Adapun standar kepala sekolah/madrasah mencakup lima komponen yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Berdasarkan lima kompetensi kepala sekolah, kita dapat menyimpulkan, setidaknya ada 33 komponen kompetensi pemimpin sekolah yang harus mampu dilaksanakan oleh seorang leadership. Apabila ada pemimpin sekolah yang tidak mampu mengimplementasikan ke-33 kompetensi saat melaksanakan tugas di sekolah, maka dipastikan eksistensi leader itu tidak akan dicintai oleh timnya.

Selanjutnya, agar seorang pemimpin sekolah dapat dicintai, setidaknya yang bersangkutan harus bisa mengaplikasikan pemahaman sebagai berikut:

  1. Jadikan jabatan pemimpin sekolah sebagai jabatan amanah.

Jabatan pemimpin pada hakikatnya, bukan bukti kemuliaan. Juga bukan bukti meningkatnya harkat dan derajat di mata Allah SWT. Jabatan pemimpin hanyalah berbagi tugas dan peran saja. Itulah sebabnya, pada saat kita menjabat pemimpin, tidak usah merasa lebih pintar, cerdas, atau hebat. Pemimpin sekolah yang dicintai  tim adalah pemimpin yang tidak arogan, tawadhu, selalu menampung aspirasi dari tim dalam melaksanakan kewenangan, tidak otoriter, dan tidak hawek (memperkaya diri).

Berdasarkan kaca mata di lapangan, banyak citra pemimpin sekolah yang terpuruk di mata tim, kondisi itu disebabkan karena sifat maunya sendiri khususnya dalam manajemen keuangan. Potret buram ini, bukan saja menjadi malapetaka, pada saat melaksanakan kepemimpinan di sekolah, juga menjadi bumerang pada saat ia pensiun.

Pemimpin  yang memiliki sifat maunya sendiri  tidak akan dihargai. Bahkan, dalam catatan sejarah, bisa jadi eksistensi yang bersangkutan menjadi catatan terburuk sepanjang zaman. Naudzubillah. Berdasarkan kenyataan tersebut, tak ada pilihan lain, jika seorang pemimpin yang ingin dicintai timnya berkemaslah memperbaiki diri saat ini juga.

  1. Menjadi USWATUN HASANAH.

Pemimpin sekolah adalah figur. Karenanya, segala tindak tanduknya sangat berpengaruh terhadap  organisasi yang dipimpinnya. Kebaikan yang dipertontonkan oleh pemimpin selama ia menjabat, akan menjadi kenangan terindah bagi timnya. Selain itu, tim akan meniru pola kepemimpinan  tersebut pada suatu hari nanti.

  1. Menjadi jalan kebaikan.

Idealnya sebuah jabatan harus menjadi jalan kebaikan sebanyak-banyaknya bagi umat. Demikian juga dengan jabatan pemimpin sekolah. Manfaatkan jabatan pimpinan sebagai upaya menjadi wasilah kebaikan bagi orang lain.

Banyak di antara pemimpin sekolah, yang tidak mempergunakan momen ini untuk mengeruk pahala sebanyak-banyaknya. Malah sebaliknya, kita pernah mendengar ada pemimpin sekolah yang mempergunakan jabatannya untuk berdusta. Salah satu misalnya, membuat SK untuk guru honorer sekian puluh tahun untuk kepentingan syarat CPNS, padahal kenyataannya tidak demikian.

  1. Menjadi pelayan yang baik.

Pemimpin adalah pelayan. Itulah sebabnya, dalam melaksanakan kewenangan dan fungsi yang bersangkutan harus mampu mengkolaborasikan posisi sebagai manajer dan pelayanan.

Makna pelayan dalam konteks ini, yakni seorang pemimpin jangan jaga imej (jaim), ingin dikultuskan, diagung-agungkan, bahkan dihormati secara berlebihan. Pemimpin yang disukai adalah pemimpin yang memiliki rasa empati, simpati, hormat, ramah dan melaksanakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) terlebih dahulu, sebelum timnya pun melakukan hal yang sama.

Sumber:
http://senangnyabelajar.esy.es/?page_id=107

http://www.educatorstechnology.com/2014/06/8-characteristics-of-great-school.html

Net.comFollow@guruberakhlak.
The Principal Internship:How Can We Get It Right? sreb.org.

breaking sulsel

Read Previous

JANGAN BIARKAN SISWA KITA DIDIDIK OLEH MEDIA SOSIAL (MEDSOS)

Read Next

MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI  TEKNIK PENILAIAN KINERJA GURU YANG TEPAT

One Comment

  • Al hamdulillah pencerahan yang sangat bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *